-->

Kisah Nabi Muhammad SAW

Halo sahabat Blog Cerita Rakyat Indonesia, 

Di serial Kisah para Nabi dan Rasul kali ini, Tim CRI akan membawakan cerita yang berjudul " Kisah Nabi Muhammad SAW ". Kisah sejarah singkat dari Nabi kita tercinta

Kisah Nabi Muhammad SAW 


Kisah Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW
Disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 Rabiul awal tahun Gajah. Disebut tahun Gajah karena Raja Abraha datang ke Mekkah dengan kendaraan gajah hendak menghancurkan Ka'bah. Tapi Raja Abraha dihancurkan Allah SWT dengan burung-burung yang membawa batu kerikil yang panas membara dari neraka. 

Menurut kalender Masehi adalah tanggal 20 April 571 beliau wafat. Ayah Nabi Muhammad SAW bernama Abdullah bin Abdul Muthalib dan ibunya bernama Siti Aminah. Ayah Nabi meninggal dunia saat Nabi Muhammad SAWmasih dalam kandungan. 

Ketika Nabi Muhammad SAW berusia 6 tahun diajak oleh ibunya berziarah ke makam ayahnya di Madinah. Selama sebulan Siti Aminah dan Nabi Muhammad SAW tinggal di Madinah. Ketika hendak pulang ke Mekkah, diperjalanan yaitu di desa Abwa, Siti Aminah jatuh sakit dan meninggal dunia. dengan demikian Nabi Muhammad SAW menjadi anak yatim piatu sejak usia 6 tahun. 

Selanjutnya Nabi Muhammad SAW diasuh oleh kakeknya yaitu Abdul Muthalib, seorang pemuka Quraisy yang sangat disegani masyarakat Mekkah. Namun tidak berlangsung lama hanya 2 tahun, sesudah itu sang kakek tercinta meninggal dunia. Pada usia 8 tahun, Nabi Muhammad SAW di ajak oleh pamannya membawa barang dagangan ke Syam. Sampai di Busra mereka bertemu dengan pendeta nasrani bernama Buhair. Pendeta itu berpesan agar Nabi Muhammad SAW dijaga keselamatannya. Karena pendeta melihat jelas ada tanda-tanda kenabian pada diri Nabi Muhammad SAW. 

Sesudah dewasa Nabi Muhammad SAW berdagang bekerjasama dengan seorang janda bernama Khatijah ke negeri Syam, dengan disertai pembantu Khatijah bernama Maisarah. Pulang dari negeri Syam Nabi Muhammad SAW membawa keuntungan yang cukup besar. Karena kejujurannya itu Khatijah tertarik dan ia ingin menikahi Nabi Muhammad SAW. Berapa hari setelah pulang dari Syam, Abu Thalib mendapat lamaran dari Khatijah bahwa Khatijah ingin menikah dengan Nabi Muhammad SAW. Abu Thalib tidak keberatan maka berlangsunglah pernikahan itu. Saat itu Nabi berusia 25 tahun, dan Khatijah 40 tahun. 

Pada usia 40 tahun. Nabi Muhammad SAW sering bertahanus di goa Hira, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tepat tanggal 17 Ramadhan datanglah malaikat Jibril membawa wahyu yang pertama. Mula-mula Nabi Muhammad SAW ketakutan, tubuhnya bergetar melihat kedatangan Malaikat Jibril. Malaikat Jibril kemudian merangkulnya ia makin ketakutan. Sesudah dilepas Malaikat Jibril berkata : "Bacalah". Jawab nabi : "Aku tidak bisa membaca!" Jawaban itu di ulang hingga tiga kali. Akhirnya Nabi bertanya kepada Malaikat Jibril : "Apa yang ku baca?" kemudian Malaikat jibril membacakan Surat Al-Alaq dari ayat 1 sampai 5.

Sesudah itu Nabi Muhammad SAW pulang ke rumah dengan tubuh gemetar. Ia disambut Khadijah yang sangat setia dan memperhatikannya. Nabi Muhammad SAW berbaring kemudian diselimuti oleh Khadijah dan ditanyakannya apa yang telah terjadi, dihiburnya dengan kata-kata yang menentramkan jiwa Nabi Muhammad SAW.

Dua setengah tahun kemudian Nabi Muhammad SAW baru menerima wahyu yang kedua. Kata Malaikat Jibril : " Hai orang yang berselimut! Bangunlah dan berilah peringatan! Besarkanlah Nabi Allah SWT, bersihkanlah pakaian, jauhilah perbuatan maksiat, janganlah kamu memberi karena hendak memperoleh yang lebih banyak. Dan hendaklah kamu bersabar untuk memenuhi perintah Allah SWT."

Dengan demikian jelaslah sudah, bahwa Nabi Muhammad SAW diperintahkan menyampaikan risalah-risalahNya. Yaitu mengajak umat manusia untuk menyembah Allah SWT yang Maha Esa. Yang pertama kali diajak memeluk agama Islam adalah orang-orang yang dekat dengan Nabi Muhammad SAW yaitu, Khadijah, Ali bin Abi Thalib, lalu Zaid Abi Baritsah. Setelah itu Nabi mengajak teman akrabnya yaitu Abu Bakar Ash Shiddiq.

Karena masyarakat Mekkah tidak banyak yang mau menerima ajarannya maka beliau pergi ke Thaif. Tetapi ajakannya di tolak mentah-mentah dan dijawab kasar sekali. Mereka malah mengusir beliau sambil menghujaninya dengan batu sehingga Zaid bin Haritsah yang ikut dalam misi terluka ketika bermaksud melindungi beliau.   

Pada saat demikian terjadilah peristiwa besar di malam hari yang terkenal dengan sebutan Isra dan Mi'raj. Yaitu peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha menembus langit tujuh lapis. Yaitu untuk menerima kewajiban melaksanakan shalat lima waktu. Peristiwa itu hanya terjadi satu malam. 

Sebelum wafat Rasulullah bersabda " Aku telah meninggalkan pada kamu semua dua pusaka, tidak akan kamu tersesat jalan apabila kamu berpegang pada kedua perkara tersebut yaitu: Kitab (Al-quran) dan Sunnah Rasullullah (Hadits). 
Sumber : Buku Kisah-kisah 25 Nabi Nabi dan Rasul penulis Ali Nurfadhilah penerbit: PUSTAKA SANDRO JAYA Jakarta.

Mohon maaf jika ada kekeliruan penulisan, jika salah mohon diluruskan dan datangnya dari saya jika benar itu datangnya dari Allah SWT. 

Demikian serial Kisah Para Nabi yang berjudul  " Kisah Nabi Muhammad SAW " semoga dari kisah diatas bisa menjadikan kita lebih tahu dan cinta kepada Nabi kita tercinta, dan mudah-mudahan kita bisa menjadi umat yang mendapatkan safaat dari Nabi Muhammad SAW amieen. 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel